Minggu, 04 Desember 2011

Tertawa menyebabkan Kematian???

Ia divonis mengalami kondisi yang disebut Chiari malformasi, yang berarti bagian bawah otaknya terlalu besar. Hal ini dapat memblokir aliran cairan ke kepalanya melalui kanal tulang belakang. Gerakan tubuh yang menghentak seperti tertawa dapat meningkatkan resiko kematian mendadak.
Carolyn awalnya berpikir kondisi yang dialaminya tak terlalu berbahaya. "Saya pikir obat bisa mengendalikan sakit saya. Tapi gejala yang semakin buruk membuat saya sadar ternyata otak saya lebih besar dari tengkorak," ujar dia.
Ia tak bisa berlaku seperti orang normal. Tiap gerakan mencolok yang ia lakukan dapat menyebabkan rasa sakit yang mengerikan dan dapat menyebabkan otak terdorong keluar dari tengkorak, dan  herniate masuk ke dalam tulang belakang.
Ia baru menyadari kondisi yang dialaminya saat ia pingsan dari sekolah, akhir Maret lalu. Ia mengalami sakit kepala yang luar biasa. Setelah diperiksa melalui scan otak, barulah ia tahu ada bagian tertentu dari otaknya yang memiliki ukuran tidak wajar. Untuk mengontrol rasa sakit, ia harus meminum 50 pil sehari.
Pekerjaannya sebagai guru terpaksa harus ia tinggalkan agar kondisinya tidak memburuk. Carolyn akhirnya menjalani operasi pada 29 Juli. Ahli bedah 'membuang' sedikit bagian dari tulang belakang dan tengkorak seluas 2,5 cm persegi untuk membuat ruang lebih untuk ukuran otaknya.
Akibat operasi itu, ia kini mengalami alergi medis terhadap bagian yang digunakan untuk menutup lubang di tengkoraknya. Dia sekarang menderita insomnia ekstrim. Ia bisa tidak tidur selama 60 jam. Sebuah kantung cairan juga masih tersisa di tulang punggungnya. Ia memerlukan operasi lain untuk mengeringkan cairan tersebut agar hidup normal. "Saya hanya berharap ada operasi lain sehingga saya bisa tertawa tanpa ada resiko kematian," ujar dia. Yang dialami oleh Carolyn adalah kasus langka. Terjadi dengan perbandingan satu dari 1.000 orang.

Wah, yang penting nggak berlebihan aja.

source :http://id.she.yahoo.com/tak-selamanya-tertawa-menyehatkan-bagi-penderita-chiari-bisa-024754727.html

Do you know?? wanita kurus sulit hamil??


Wanita kurus ternyata lebih sulit untuk hamil. Penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan dari Advanced Fertility Center di Chicago, As menemukan bahwa wanita yang terlalu kurus, dengan indeks massa tubuh 14 sampai 18 ternyata akan lebih sulit untuk punya anak.
"Ini terlihat dari hasil 2.500 tes IVF yang dilakukan di klinik kami selama periode delapan tahun"  jelas salah satu peneliti Richard Sherbahn.
Para wanita  yang mengikuti tes tersebut kemudian dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan berat badan. Pertama sangat kurus, normal dan gemuk.
Hasilnya terlihat pada wanita dengan kelompok berat badan normal 50 persennya diketahui dapat memiliki bayi.
Sedangkan wanita kelompok gemuk memiliki 45 persen kemungkinan untuk memiliki bayi. Kelompok terakhirlah yang menjadi masalah, yakni wanita dengan ukuran tubuh kurus, yang hanya mendapat angka 34 persen.
"Ini seperti menjelaskan bahwa menjadi sangat kurus tak begitu baik bila Anda ingin mempunyai keturunan. Sayangnya banyak wanita masih terkukung dengan konsep semakin tipis semakin baik" tambah Sherbahn.
Menurutnya wanita kurus menjadi sulit hamil, karena biasanya terjadi penurunan hormon esterogen, belum lagi masalah kurang gizi sehingga embrio kesulitan untuk tumbuh dalam rahim.


so, buat kamu dengan berat badan berapapun atau bentuk tubuh seperti apapun harus pandai bersyukur.\

source : http://id.she.yahoo.com/wanita-kurus-sulit-hamil-125651779.html