Minggu, 02 Oktober 2011

Masuk fisika tersesat atau beruntung

Siapa sih yang nggak tahu FISIKA?? semua orang di muka bumi ini pasti kenal ya? pelajaran yang satu ini adalah kawan dari matematika,pelajaran yang 'favorit' diantara pelajaran lainya. Survei membuktikan dan dari sekian siswa yang pernah kenal dengan pelajaran ini mengaku kurang suka, dan hanya beberapa yang suka (agak memaksa). Banyaknya rumus - rumus pada umumnya menjadi alasan ketidaksukaan (alasan klasik) ada juga karena guru yang kurang bersahabat dengan muridnya. Tapi orang-orang yang 'terlanjur cinta' dengan fisika pasti akan membela diri dengan berdalih bahwa fisika itu mudah, fisika itu asyik, fisika itu ada di sekitar kita dan kita selalu melakukanya setiap hari.
Benci setengah mati
Dulu waktu SD saya paling suka dengan pelajaran ipa namanya juga anak kecil, suka dengan pelajaran yang bukunya penuh gambar-gambar. Waktu SMP mulai ada pengelompokan mata pelajaran, walaupun masih ipa tapi sudah dibagi menjadi biologi,dan fisika. Dari sini saya mulai mempunyai sifat benci terhadap pelajaran ini selain banyak rumus, gurunya pun kurang enak (alasan). Di waktu SMA lumayan suka di awal-awal sekolah, tapi semakin kesini semakin di bawa nggak enak. Tibalah waktu ujuin nasional, setelah belajar mati-matian selama tiga tahun, puncak nya di tentukan dalam waktu empat hari (saja), dan muncullah soal fisika yang saya benci setengah mati. Kepanikan melanda hingga duduk pun tak tenang. Solusi yang tefikir kala itu pun mencari bantuan via teman alias mencontek (tidak untuk di tiru), dan hal ini pun tidak membantu sama sekali, akhirnya saya mencoba menenangkan diri barang sebentar, menata perasaan dan kemudian sedikit demi sedikit mencoba mengerjakanya perlahan. Setelah berakhirnya ujian hati sungguh tidak tenang, hingga saya mencocokan jawaban dengan teman-teman lain. H-1 pengumuman saya berharap tidak ada guru yang tiba, kalau itu terjadi berarti saya tidak lulus, karena terdengar kabar bahwa sejumlah siswa dari sekolah saya tidak lulus. Meskipun ada ujian ulangan pastinya haal itu sama sekali tidak di inginkan. Hari pengumuman tiba, hanya orang tua yang di perkenankan ke sekolah, saya pun tidak ikut, takut juga sebabnya. Ternyata hasil tak terduga, nilai fisika saya yang hampir sempurna, tapi hal ini tidak lantas suka dengan fisika.

Ketika Seleksi Nasional Masuk PTN entah kenapa saya memilih fisika pada salah satu pilihannya, hanya coba-coba saja sebenarnaya. Dan tanpa diduga lagi, justru itu yang saya dapatkan. Sampai sekarang sepertinya saya agak sedikit melunak untu ini, karena saya berfikir ini adalah pilihan saya dengan resiko yang saya harus hadapi akibat coba-coba.
tapi hikmah dibalik ini semua lingkungan fisika merupakan lingkungan yang baik, bukan hanya karena tempat dimana saya bersekolah, melainkan kerakteristik kehidupan fisika adalah disiplin dan bertanggungjawab, ini yang menjadi kekuatan saya dapat menjalaninya.

Menurut saya ketika kita membenci sesuatu kita justru akan belajar memahami apa yang membuat kita benci dari hal itu, bahkan justru hal itu nanti yang akan membekas dalam benak kita. Contoh sederhananya adalah ketika membenci sebuah lagu, anehnya justru sering kita lebih tahu judul dan penyanyi nya dibanding orang lain. iya kan? 
Memang membenci sesuatu secara berlebihan itu memang kurang baik jadinya.. ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar